Pagi tadi aku resmi melepas Taruna-ku. Taruna yang sudah setia menemaniku selama kira-kira 3,5 tahun, ngukur jalan di Bandung, beberapa kali ke Jakarta, dan satu kali pulang ke Purwokerto. Cukup banyak kenanganku bersamanya, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan (salah satunya peristiwa kecelakaan tanggal 16 Mei 2007 lalu). Cukup sedih juga menyerahkannya ke orang lain.
Tapi aku yakin, aku melepasnya dengan harga yang layak. Dan Tarunaku pantas mendapatkannya :-).
Meski sebenarnya masih ada satu keinginan yang belum terlaksana bersama Taruna itu. Aku pernah punya keinginan naik ke atas Tarunaku, dan berdiri di atasnya sambil menikmati hujan yang turun membasahi bumi. Halah.. kumat sentimentilnya..